TEMPOR CYBER™  mengucapkan . . . MARHABAN YAA RAMADHON 1437 H

Selasa, 20 September 2011

SEBAGIAN BESAR BANGUNAN CANDI HILANG

PATI-Sebagian besar bangunan yang diduga candi di Situs Kayen, Pati hilang. Itu lantaran tindak lanjut dari pihak terkait dalam merespons laporan masyarakat lamban.
Dari keterangan sejumlah warga, monumen (bangunan) berstruktur bata kuno di Dusun Mbuloh, Desa/Kecamatan Kayen itu diketahui keberadaannya kali pertama sekitar 1965. Temuan itu kemudian dilaporkan ke instansi terkait, yang kala itu Depdikbud Pati.

Namun, ditunggu sampai beberapa tahun tidak ada upaya apa pun, sehingga sebagian bata dimanfaatkan warga setempat untuk sejumlah bangunan fasilitas umum. Kala itu, sebagian bangunan candi tidak tertutup tanah, tetapi terlihat hingga kemudian habis dimanfaatkan warga hingga beberapa sentimeter di bawah tanah. Setelah puluhan tahun, bangunan itu tertutup tanah hingga tidak kelihatan.

”Sebenarnya sebelum tahun 1970 sudah diketahui ada bangunan unik di tengah sawah. Tetapi karena tidak ada tindakan apa pun dari pemerintah dan ketidaktahuan masyarakat, sebagian batanya diambil dan digunakan untuk membangun gorong-gorong dan sebagian bangunan makam,” ujar warga setempat Soewardi (61), kemarin.
Di sekitar lokasi penemuan candi, terdapat sejumlah benda bersejarah (artefak) kuno yang ditemukan warga, seperti arca Mahakala, wadah keramik dan peripih, arit sabit, suro, dan lanjam suro (benda tajam untuk membajak sawah zaman kuno).

Semua artefak itu tersimpan di rumah Soewardi. Selain itu juga ada sejumlah benda yang ditemukan dan disimpan orang lain.
Bangunan yang diduga candi itu berada sekitar 100 meter sebelah barat makam Ki Gede Miyono, salah satu tokoh penyebar agama Islam pada masa Kerajaan Demak di Kayen. Pada 2009, pengurus makam itu kembali melapor ke pihak terkait, yakni Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah dan Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta.
Balar menerjunkan tim peneliti pada 4 Mei tahun lalu. Hasilnya, merekomendasikan penelitian dan penggalian (research excavation), yang dilakukan 13-17 September.

Dari penelitian terakhir, kuat dugaan bangunan di tanah wakaf musala dan sawah milik warga Dusun Mbuloh itu sebagai candi zaman Mataram Kuno, sekitar abad 9-10.
”Bentuk bata yang berukuran cukup besar dan tersusun menjadi bangunan berundak menjadi ciri khas candi zaman Mataram Kuno. Dugaan bangunan ini candi, diperkuat dengan ditemukannya antefiks dan kemuncak di lokasi penggalian,” ujar Ketua Tim Peneliti Balar Drs H Gunadi MHum.

Sumber : Suara Merdeka

0 komentar:

Posting Komentar