TEMPOR CYBER™  mengucapkan . . . MARHABAN YAA RAMADHON 1437 H

Selasa, 20 September 2011

DITEMUKAN DUA BANGUNAN CANDI

PATI - Penelitian dengan penggalian (research excavation) yang dilakukan tim Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta di Situs Kayen, Pati berhasil mengidentifikasi keberadaan benda cagar budaya (BCB).

Dua bangunan yang diduga candi ditemukan setelah upaya penggalian dilakukan di Dusun Mbuloh, Desa/Kecamatan Kayen dalam beberapa hari terakhir.

Bangunan berstruktur bata itu dapat dilihat setelah tanah sawah di dekat makam tokoh yang dikeramatkan warga setempat, Ki Gede Miyono, dikupas sekitar 10 cm. Tim Balar yang dipimpin Gunadi MHum yang melakukan penggalian sejak Selasa (13/9), untuk sementara mengidentifikasi bangunan tersebut menjadi dua bagian, yakni candi utama dan candi perwara (pengawal) kecil.

Kedua bangunan itu letaknya masih dalam satu kompleks. Namun letaknya berjarak beberapa meter dan tidak berimpitan.

Gunadi mengatakan, ukuran candi induk 7 x 7 meter, candi perwara lebih kecil, 4,5 x 4,5 meter. Dia memperkirakan masih ada dua candi perwara lain yang masih terkubur di dalam tanah dan belum diketahui pasti lokasinya.

Mataram Kuno
Hasil penelitian awal yang dilakukan, dilihat dari bentuk dan struktur bata yang tersusun, bangunan tersebut dibuat pada masa Mataram kuno, sekitar abad 9-10. Bangunan itu kali pertama di temukan di kawasan pesisir Jawa bagian utara.

Identifikasi temuan BCB dari Balar itu tidak jauh berbeda dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah. Struktur monumen (bangunan) berbahan bata kuno yang masih intact dan terpendam dalam tanah.

Beberapa temuan bata-bata kuno berukuran tebal 8-10 cm, lebar 23-24 cm, dan panjang 39 cm.

Komponen bagian dari candi seperti antefiks dan kemuncak berada di sekitar situs sehingga kuat dugaan bangunan itu candi.

Research excavation melibatkan 12 orang. Lima di antaranya tim dari Balar dan selebihnya adalah masyarakat setempat yang membantu melakukan penggalian.

"Penemuan ini tidak akan kami tutup lagi agar masyarakat bisa melihat. Harapan kami, ke depan temuan ini menjadi kekayaan daerah yang dilestarikan," tandasnya.

Situs Kayen itu sebenarnya dijumpai sejak Agustus tahun lalu, saat penduduk setempat berniat membangun mushala di sebelah barat makam Ki Gede Miyono. Namun, saat menggali fondasi untuk mushala, ditemukan bata-bata kuno besar dari ukuran normal.

Sayangnya, sebagian bata tersebut oleh masyarakat setempat telah dimanfaatkan untuk membangun makam dan bagunan lainnya.

Untuk menggali lebih jauh situs tersebut, Balar menerjunkan tim untuk melakukan peninjauan pada 4 Mei lalu.

Tim tersebut merekomendasikan tindak lanjut dengan research excavation dengan tujuan mengetahui luas bangunan candi, kronologi, dan karakter Situs Kayen.

Sumbar :  Suara Merdeka

0 komentar:

Posting Komentar