TEMPOR CYBER™  mengucapkan . . . MARHABAN YAA RAMADHON 1437 H

WELCOME TO TEMPOR CYBER™...

Tempor Cyber™ adalah situs informasi yang menyajikan berita-berita terkini,baik berita daerah,berita dalam negeri maupun berita luar negeri juga menyampaikan segudang berita gosip, dunia intertainment, tips trik komputer, dan lain sebagainya yang tentunya semata-mata untuk memanjakan anda sebagai pembaca.

BLACKBERRY MERAIH SUKSES DI INDONESIA

Kemampuan Playbook cukup hebat, wajar karena ia dipersiapkan untuk menjadi lawan bagi iPad 2. Menggunakan layar sentuh kapasitif, LCD 7 inch WSVGA yang memiliki resolusi 1024 x 600. Perangkat ini didukung penuh multi touch dan gesture.

Galaxy SII Ditarget Teruskan Kejayaan Galaxy S

Galaxy S II menggunakan sistem operasi Android 2.3 alias Gingerbread. Disertai prosesor 1,2 GHz dual core dan RAM 1 GB yang membuat performanya makin mulus. Selain itu masih ditambahi interface andalan Samsung yaitu TouchWiz versi 4.0, diharapkan memudahkan pengguna dalam mengoptimalkan Android 2.3 Gingerbread.

KAPOLDA JATENG KEDEPANKAN PENCEGAHAN,REDAM AKSI ANARKIS MASSA

Peragaan Sispamkota ini melibatkan 933 personil, baik dari unsur TNI/Polri maupun Satpol PP. Selain penanganan unjuk rasa, dalam kesempatan itu juga diperagakan simulasi penanganan teror bom.

LASKAR PELANGI MEMBEDAH DUNIA PENDIDIKAN

Menceritakan tentang persahabatan dan setia kawanan yang erat dan juga mencakup pentingnya pendidikan yang begitu mendalam. Serta kisahnya yang mengharukan.

IPAD-3 BAKAL PAKAI LAYAR RETINA DISPLAY??

iPhone generasi pertama hingga Apple 3GS memakai resolusi HVGA 320 x 480 pixel yang kemudian ditingkatkan 2 kalinya pada iPhone 4 menjadi 960 x 640 pixel. Sementara, pada iPad 3, tidak heran resolusinya yang saat ini sebesar 1024 x 768 juga telah dinaikkan menjadi dua kali yaitu 2048 x 1536 pixel

ARTI PERSAHABATAN SEBENARNYA

Satukan dua tangan yang lain menjadi satu genggaman yang kukuh bersama tuk meringankan beban antara satu dengan yang lain

ALON - ALON SIMPANG LIMA PATI-JATENG

Alon-alon Simpang Lima Pati nampak tenang pada siang hari,sungguh jauh berbeda kenyataannya kala malam hari yang penuh sesak dikunjungi para pedagang dan warga Pati tentunya.

PENYAMBUTAN PENGHARGAAN ADIPURA

Kabupaten Pati memperoleh perhargaan ADIPURA ini untuk kesekian kalinya.Sebagai warga Pati,kami sangat bangga terhadap penghargaan ini.Maju terus Kota Kelahiranku.

PRESIDEN SOESILO BAMBANG YUDHOYONO PIMPIN UPACARA DI ISTANA NEGARA

Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Ri berlangsung khidmat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai inspektur upacara dalam upacara yang berlangsung di halaman Istana Merdeka.

Rabu, 01 Juli 2015

PESAN SEORANG BAPAK UNTUK ANAKNYA DI JEJARING SOSIAL

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.

Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan.
Pesan pertama, spam.
Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.

Diapun mulai membaca isinya:

“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.

Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !

Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.

Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.

Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.

Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.

Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.

Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.

Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.

Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.

Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.

Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.

Bapak tidak minta banyak…

Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”

Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.

Jumat, 26 Juli 2013

GADIS BERJILBAB ITU MILIK SIAPA??

Wajahnya yang begitu merona malam itu
Seakan menarik simpati ribuan lelaki
Gerak nadiku seakan ingin menyapanya
Tak tau kenapa hasrat mulut mungilku tak mampu menembus sebuah kata

Gadis itu duduk diantara sahabatnya
Mulutnya bergerak sana sani membagi sebuah cerita
Gerak mataku tak henti hentinya mengamati gadis itu
Heran sudah, kenapa bisa jadi begini

Mencoba mengikuti dan melihat dia
Namun rintihan hati ini berteriak
Aku ingin mengenal lebih dekat dan semakin dekat
Tetapi apalah daya, aku bukan sebagaian lelaki yang berani

Kurasa aku hanya bisa mengaguminya
Mendengar ceritanya, suaranya, senyumnya itu sudah cukup
Meskipun dia tak pernah melihatku
Aku tau tentangmu kamu tak tau tentangku

Hari ini, malam ini yang terlihat mendung
Aku ibarat seorang detektif tanpa job
Tanpa henti menggali tentang dirimu

Tak lama dia meninggalkan tempat duduk itu
Meninggalkan tanda tanya besar yang tak bisa aku gali maknanya
Cukup aku berkata "gadis berjilbab itu milik siapa...?"
Andai saja takdir menulis kalau dia berjodoh denganku

Langit pun akan aku urai sajak cinta untukmu
Hujan pun akan aku nikmati dengan bejana hatiku
Ribuan puisi akan aku ciptakan untukmu
Dan akan kunikahi dengan rasa cintaku

Semoga Allah SWT memberikan jalan terbaik
Untuk para pecinta yang tak punya nyali ,,

Minggu, 28 Agustus 2011

AKU KEHILANGANNYA . . .

Biasanya…
Selalu cocok dalam Hati
Namunhari ini,semuanya tak sejalan
Ia menutup diri tak seperti biasanya
Entah,apa yang hadir dalam Hidupnya kini
Ada kehilangan untuk mengerti Dirinya
Saat ini…

Kadang…
Ingin sekali mendengar kembali
Ia berucap, meskipun tak berarti
Mungkin, Ia menahan semua itu
Atau kini Ia tak ingin berungkap padaku lagi
                                                      Seperti sediakala…

Entahlah,seperti ada rasa Cemburu tuk menghargai Pribadinya
lara hitam menikam kalbu
perih tersayat dalam pilu
diam dan bisu
hanya trgumam lirih bisik dalam detak suara
Rindu..

tarian angin menghempas getaran jiwa
beradu dalam ores rindu sang dilema
sakit…pedih,
siapa peduli risauku?
bahkan deru ombak lari tak sanggup
pecahkan karang luka dalam derita

sanggupkah pupuskan asa, dalam rindu membelai jiwa
sanggupkah torehkan cahaya dalam gelap, menanti lentera
sanggupkah? diam seribu bahasa….

Kamis, 18 Agustus 2011

AKU SAYANG KAMU

"...AKU SAYANG KAMU..."

Sebaris kata membentuk nama, nama yang kan selalu terukir indah dalam lubuk hatiku…
saat ini.. saat kutulis ungkapan isi hati ini aku fikirkan kamu…
karna yang ada pada dirimu janjikan semua yang kuharapkan selama ini…

               Senyumu janjikan kehangatan dalam diriku….
                                                          Nada suaramu janjikan aku kan lupakan rasa dukaku….
                                                          Tutur katamu janjikan sejuta harapan untukku…

                                                         Aku tak pernah tahu apa arti cinta, kasih, dan sayang…
                                                Karna yang kutahu selama ini…
                                                     Cinta adalah perasaan ingin memiliki….
                                                  Kasih adalah perasaan ingin memberi….
                                                  Sayang adalah perasaan ingin melindungi…
                                             Benarkah itu ???

                                                           Bolehkan aku mencintaimu dengan segala kekuranganmu ?
                                                        Bolehkan aku mengasihimu dengan sepenuh hatiku ?
                                                           Bolehkan aku menyayangimu dengan segala kekuatanku ?

                                                        Saat mata mulut ini mulai tak bisa mengeluarkan kata-kata… 
                                                        Hanya satu kata yang ingin kuucapkan bahwa….
                                                  “aku sayang kamu”

Rabu, 17 Agustus 2011

BUKALAH PINTU MA'AF...

Bukalah pintu maaf untuk embunku
agar ku dapat mengusir kebekuan di kelopak-kelopakmu
menceritakan keindahan pagi yang dititipkan mentari
dalam bias cahayaku.

Bukalah pintu maaf untuk langitku
agar ku dapat menggiring awan untuk memayungimu
mengirimkan kedamaian yang dititipkan barisan merpati
dalam paruh nafasku.


Bukalah pintu maaf untuk senjaku
agar ku dapat hilangkan bimbang dan cemasmu
merias paras soremu lewat selendang jingga yang ditiup angin
memelukmu rapat hangat menghabiskan rasa ingin.

Bukalah pintu maaf untuk kelamku
agar tiada mimpi buruk hanya ada malam indah untukmu
menyalakan unggun membakar melupakan kenangan lara
menggantinya dengan bara cinta yang bergelora.

Bukalah pintu maaf untuk gerimisku
agar ku dapat menjadi airmatamu, menitikkan kasih di hatimu
menghapus goresan-goresan pedih di dinding hati
menggantinya dengan garis-garis pelangi.

Senin, 04 Juli 2011

kepercayaan

Sesaat ku rasakan kebahagian yang dulu tidak pernah aku dapatkan
Perkataan indah yang terucap dari bibir mereka telah meringankan bebanku dan membuatku berharap lebih terhadap hari indah ku
Sejuta sayang telah ku curahkan kepada mereka
Pikiranku yang semula buruk terhadap mereka telah ku gantikan dengan kasih yang tulus
Perkataan indah mereka telah membuatku terhanyut dalam kebahagiaan yang selama ini ku cari dalam hidupku yang gelap
Telah ku anggap mereka bagian hidupku di saat itu
Sampai semuanya berubah...
Bukan suatu hal itu yang membuatku berfikir terbalik
Bukan karena itu yang membuat hancur hatiku
Tidak pernah terpikir olehku mereka akan melakukan hal tersebut kepadaku
Pertama kalinya dalam hidupku aku merasa sangat tersiksa
Tanpa tersadar curahan air mata telah membanjiri wajahku
Batinku terobek-robek mengingat semua yang dulu pernah mereka katakan padaku
Aku tidak punya hak untuk marah terhadap mereka..itu kebebasan mereka untuk menyakiti hati setiap orang..
Aku hanya ingin tau alasan mereka melakukan hal tersebut terhadapku
Seburuk itu kah aku Tuhan…….
Aku tau semua itu kesalahan diriku,mungkin kesalahan ku terlalu besar kepada mereka Tuhan, tapi mengapa,mengapa mereka tidak memberi aku kesampatan untuk memperbaikinya…
Tanpa aku ketahui apa kesalahanku, mereka telah menghianati aku….
Mampukah aku Tuhan,,,mampukah aku menyayangi orang lain seperti aku dulu menyayangi mereka….

Sahabat dan Cinta

Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam kampung...
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga... Kenapa??
Kerena CINTA itu buta .. Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam telaga…
Kenapa??
Kerena KAWAN akan buat apa saja demi CINTA !!
Di dalam telaga CINTA hilang Kenapa??
Kerena CINTA itu halus, mudah hilang kalau tak dijaga, sukar dicari
apa lagi dalam telaga yang gelap.... Sedangkan KAWAN masih lagi tercari-cari dimana CINTA & terus menunggu..
Kenapa??
Kerana... KAWAN itu sejati & akan kekal sebagai KAWAN yang setia¦kan ??
so, hargai lah KAWAN kita selagi kita terasa dia BERARTI..
Walau kita punya couple, teman tetap yang paling setia.
Walau kita punya harta banyak, teman tetap yang paling berharga.
Kirim balik jika anda anggap saya sebagai teman selamanya.

BUATMU

Ku benci kamu

Sungguh sederhana tapi tak mampu terbahasakan

Pilu rasa saat bicara, membara, lalu dingin seketika

Hidup denganmu bak dineraka hanya itu kupunya tuk mewakili

Sungguh sederhana hingga saat bicara ku tak lagi rasa apa-apa

Karena kusadar kau hanya datang untuk sementara
Andai tak ada besok mungkin ku kan bahagia

Tak perlu mencumbumu, merayumu, mengingatmu

Meski kau mencibir,menghujat dan meragukanku

Kuingin ini berakhir tapi tak kulihat ujung

Kini kusadar bukan raga yang menolakmu

Tapi jiwa dan nafasku

sahabatku

sahabatku
meletakkan aku dengan nyaman di sisinya
ia tak menuntutku membicarakan setumpuk hal bersamanya
atau melakukan sejuta jadwal dengannya
ia tak memintaku melakukan hal yang diinginkannya
ia juga tak menghakimiku untuk salahku
duduk diam di sisinya pun cukuplah
karena hati berbicara
tak perlu mulut berbuih untuk semarakkan waktu
karena waktu tetap istimewa jika aku dengannya
aku tak perlu menutupi hatiku
menebarkan senyum untuk lukaku
aku tak perlu dengar sejuta penghiburan dan nasehat
dekatnya dalam diam cukup mengobati hatiku
aku tidak butuh gaun yang berkilauan
atau bertumpuk-tumpuk emas
hanya untuk mempertahankan sahabatku
ia akan tetap duduk menemaniku dalam diamku
menikmati senja denganku
walau bukan sofa yang empuk mengalasi duduknya
karena ia sahabatku
kadang aku bertanya dalam hatiku
sudahkah aku menjadi sahabatnya?
sudahkah aku mengenal hatinya
hingga dalam diam pun aku tahu ia bicara
bahwa kami adalah sahabat

Rahasia Ingin

Ingin kutawarkan diriku untukmu
Namun tak mampu kubahasakan
Ingin kubasuh air matamu
Kutakut kau justru menangis lebih lantang
Ingin kuteduhi kau dengan perlindungan
Kutakut kau justru berlari menjauh
Inginku jadi rahasiaku..¦rahasiaku untuk hadirmu
Rahasia yang terbungkus rapi di relung hatiku
Kutertawa saat dikejauhan kulihat kau ceria
Kutermangu saat cantikmu merona dunia
Kutertegun saat tanpa sadar kita beradu tatap
Biarlah semua jadi apa adanya, kau terlalu indah
Indah yang tak ingin kucela
Indah yan tak ingin kusakiti
Indah yang tak ingin kunodai
Walau tak terucap....kuingin KAU sampaikan pesanku dalam bunga tidurnya
Bahwa dia sudah buat ku merasakan indah dunia

Maaf

Sayang….
Maaf jika untai kataku buraikan mimpi kita
Aku ingin jujur tentangnya
Seorang yang datang saat kau ada
Saat ku bermuka dua dan berbagi cinta
Aku tersadar
Sayang….
Ini bukan salahku dan salahmu
Kuhanya melanjut hidup yang tergaris didahiku
Hidup yang mengantarku padamu dan dia
Ia sungguh sederhana
Ia beri angin sayapku tuk mengepak tanpa minta dahan tuk balasan
Ia beri telinga saat kuingin berbagi tentang segala yang kulalui hari ini
Ia beri aku bicara yang bisa tenangkan badai samudra
Ia beri aku perlindungan hanya dengan sejumput senyuman
Semua ada saat kau berkubang dalam harimu yang perlahan membenam hadirku
Ya, aku tlah berkhianat padamu
Kubagi cinta yang dulu sepenuhnya mulikmu
Kini kuingin jujur padamu
Dia telah ambil tempat dihatiku dan mensemayamkan dirimu
Maaf….

Cinta Seorang Badut

Penipu yang berhati mulia
Jenaka dan berhati baja
Dialah temanku sang bulat telur
Pemicu tawa yang suka mendengkur
Waktu tua telah mengajaknya berlalu
Hingga asin benar memori itu
Pendalamannya akan rasa
Yang lama kuanggap frasa
Ia memahat senyum
Dari hati kaum hawa
Hingga terlaksana
Ia tak segan terus terjaga
Dan mereka pun seakan lupa
Entah apa itu air mata
Namun tak ada kah yang hendak mengerti
Temanku itu mencari rasa
Yang terus ia jaga
Hanya demi seorang wanita
Tapi sebuah canda
Itulah kata dia
Bukan sebuah suka
Hanyalah sebuah dusta
Yang selalu ada
Untuk tawa kami semua
Tapi ia manusia
Yang hatinya pernah tak berdusta
Enggan terlihat air mata
Ia bersembunyi dalam dusta
Kini sang cinta meninggalkannya
Menimbun arti kata tanya
Entah bosan terbiasa
Atau yang lain telah ada
Tak sadar ia termenung
Topeng itu pun runtuh berbatu
Seakan telah berat ia berkarat
Adakah tawa mengajaknya
Aku pun tak tahu
Bukan bakat ku
Dia hanya berlalu
Pergi meninggalkanku
Aku tak mengerti
Adakah frasa itu mengubah rasa
Untuk dirinya, untuk diriku
Dan setiap kata ini pun bersatu
Menuliskan sendu
Milik kawan ku
Sang bulat telur
Pengukir senyum
Para wanita tak berhati itu…

Sang Waktu Tua Akan Cinta

temanku si jenggot kelabu
berhenti entah sejenak
untuk menghentikan waktu
menghentikan senyum
kecanggihan otak homo sapiens itu terhenti
kini ia melantunkan sendu
di pekarangan di bawah rembulan
melodi sedih di hujan rintik

sang jenggot kelabu
kehormatan bagiku untuk mengenalmu
kerendahan hatimu mempertanyakanku
dapatmu membedakan dimensi
atas ruang dan waktu

lagi buatku termenung
suatu hari jenggot tak terurus itu
akan kulupakan hanya demi kekuatan
kenangan itu akan kukubur dalam
saat melihat lemahnya daya pikirmu
runtuhnya tubuhmu
yang kau perbuat akan sesuatu
yang tak pernah masuk akal
yang tak pernah aku pikirkan
yang membuat keberadaanku ada
“CINTA”

lagi akan kutempuh jalan darah
bila aku kan menggubah cinta
suatu bentuk kekacauan yang putih
dimana hitam dapat merasuk
dari suatu sisi yang lain arah
….
hari ini aku kembali tertawa
mudahnya cinta berdarah
tumbuh disekitarku
tanpa denyut nadiku rasakan
tanpa hawa hadir terhembus
dia merenggut satu nyawa
“CINTA”……..

AYAH

Kau tampak lusuh dan berdebu
Ruat-ruat garis hitam merona kelopak matamu
Ku tahu kau lelah ayah…..
Saat senja kau duduk termenung menatap jalanan
Yang selalu menghantarkan keping pemberi kehidupan
Ketika kantuk menyerang kau tetap tegar
Ku tahu kau lelah ayah
Malu aku menawarkan ranjang yang tersisa
Atau mengantar diri terlelap lebih awal
Tiap malam beserta doa kuberharap
“Tuhan murahkan rejeki ayahku
Jagakan sehatnya, jauhkan darinya mara bahaya
Dan jika nanti Kau meminangnya kembali

Tempatkanlah ia disisi-Mu”

malaikat surgaku

ia yang dulu berbagi nafas denganku..
sampai sekarang tetap begitu..
ia yang dulu berbagi raga denganku..
sampai sekarang kita menyatu..
ia yang dulu berbagi lelah denganku..
ketika ini ia tak mau..
ia yang dulu berbagi nyawa denganku..
ketika ini ia tak ragu..
tiada yang seteduh laku pandangmu..
membuatku tahu ada yang mereka sebut nirwana..
hingga aku tak takut melangkah di dunia..
ku dengar saatku tertidur..
namaku kau sebut berulang kali hingga jatuh air matamu..
ku yakin kau berbincang dengan penciptamu..
sekali lagi ku yakin itu doa..
doa tulusmu padaku..
maaf aku hanya diam membatu..
tak banyak membantu dalam hidupmu..
malah nyenyak menyenderkan bahu..
tanpa tahu bagaimana kau selalu bersenandung lagu tidur untukku..
karena ku terlelap terlalu cepat..
hingga tersenyum pun tak sempat..
kini..
aku bukan seseorang yang pantas merengek lagi..
tidak seperti dulu aku yang tak mau tahu..
kau..
kau menangis saat rengekan pertamaku di dunia kau dengar..
tangis bahagia..
entah rengekan ku beberapa hari lalu..
tak sampai hati jika kau kini sendu..
aku kesal padamu..
kau membuat sesuatumu kekal..
sedang aku hanya orang tak tahu malu..
malu akan sesuatu yang tulus..
oia..
mungkin selama ini..
aku diam..
karena memang tak ada kata yang sepadan untuk mu..
kau..
kau..
adalah superior!!!
karena perasaan mu merobek bahasa..
tak kenal usia..
di atas semuanya..
aku hanya ingin berucap..
“terima kasih”

Puisi untuk Ibu

Di malam yang dingin
Dengan berselimut kesendirian
Kuterbangun menatap langit langit kamarku
Terlintas di benak sosok engkau
Yang selalu menemaniku menjemput pagi
Yang selalu menemaniku menikmati panasnya sinar matahari
Yang selalu menemaniku menyaksikan bulan dan bintang
Dan kembali mengantarku ke dalam tidur yang panjang
Semua itu kini tak dapat lagi kurasakan
Karena saat ini ku jauh darimu
Mekipun sebenarnya ku tak bisa
Namun ku yakin semua itu akan berakhir
Ibu………..
Aku rindu dengan senyummu
Aku rindu dengan kasih sayangmu
Aku rindu dengan belai lembutmu
Aku rindu akan pelukmu
Ku ingin kau tahu itu
Ibu……….
Kau selalu ada
Di setiap hembusan nafasku
Di setiap langkah kakiku
Di setiap apa yang ku gapai
Karena kau begitu berarti dalam hidupku

PEREMPUANKU

Perempuanku, saat engkau menangis…. Kutahu saat rintik hujan itu membasahi wajah indahmu…. engkau t’lah berusaha menahan selaksa jiwa agar tak mengalir membasahi relung hatiku, tak ingin kau memelas pada ego-ku.
Perempuanku, saat engkau menangis…. Kutahu engkau tak sanggup lagi tuk berpura-pura dirimu kuat….. kuat menahan sisi terlemah dalam dirimu.
Perempuanku, saat engkau menangis…. Kutahu perasaanmu ada yang tergores… terluka oleh ego-ku….. ego-ku sungguh kadang melena tanpa sadar menggores perasaanmu.
Perempuanku, saat engkau menangis…. Kutahu engkau tak menuntut banyak dari ego-ku…. Kutahu engkau hanya berharap secuil pengertian dari ego-ku.
Perempuanku, saat engkau menangis…. Aku menyesal….. kadang kala sikap manja teramat sangat terlalu banyak mau-mu pada ego-ku………maafkan aku saat merasa itu menyusahkan jiwaku, padahal kadang sikapmu itulah yang membuatku bahagia.
Perempuanku, saat engkau menangis…. Maafkan ego-ku… banyak sudah luka kutorehkan, sungguh ego-ku malu melihat ketegaran hatimu kukuh, meski rasa sakit kerap menghantam sisi terlemahmu.
Perempuanku, saat engkau menangis…. Sadarku kembali…. Meski ku tak peduli, meski kutak-acuhkan dirimu…. Tapi kurasakan dilubuk hati terdalam-mu, engkau s’lalu memanjat do’a
untuk diriku, untuk ego-ku, untuk mimpiku, untuk khayal-ku dan untuk kita.
Perempuanku, saat engkau menangis…. Sadar ego-ku, pasti takdir menyatukan hati lelaki & perempuan  tuk berpasangan bukan tuk nikmati kesendirian
Perempuanku, saat engkau menangis…. walau terasa tampak berlebihan, berlebih dalam mengungkap “RASA” … tapi kusadar dalam kesadaranku itulah sebab Tuhan menitipkan rahim pada dirimu, karena engkau memiliki ruang terluas dihati-mu tuk bernaung buah hati benih Cinta dan kasih.
Dalam sadar ego-ku engkau terlihat lemah namun dalam bias hatiku yang dibuai embun pagi engkau terasa kuat dalam batin-mu.
Perempuanku… aku mengenalmu tanpa sengaja hanya intuisi yang menuntunku dalam iring hati terdalam, mencoba akrab dengan hatimu, mengharap satu dalam imaji… ijinkan aku memimpikanmu… harapanku hanya satu semoga engkau menganggapku sahabat jiwamu, pelipur lara saat gundah, pelengkap rasa saat bahagia.
Walau kelak kita tak kunjung melihat mentari, bulan, kumbang, capung, rumput, daun, gorila, kunang-kunang dan kupu-kupu bersama dengan sinar mata nyata,
biarlah mata hati yang bicara… jika kehidupan berjalan dengan semestinya andai Tuhan tak menghendaki, ku berharap kelak kita saling bercerita pada anakku dan anakmu “bahwa dulu pernah punya sahabat yang membuatmu bahagia” walau hanya dalam aksara.
Wahai Sobat………… hargai Perempuan-mu, dekap ego-mu, rasakan harapnya… secuil apapun arti perempuan-mu, yakinlah cinta dan hasratnya akan menguatkan hatimu.