TEMPOR CYBER™  mengucapkan . . . MARHABAN YAA RAMADHON 1437 H

Selasa, 27 September 2011

MENGATASI AMARAH ANAK SAAT BERULAH

Siapa yang tak kesal dan jengkel, buah hati Anda yang bersikap manis mendadak membuat Anda marah karena kenakalannya. Nakalnya anak-anak ini wajar terjadi ketika mereka tengah menginjak bangku taman kanak-kanak atau sekolah dasar.

Anda boleh saja marah atau kesal karena kenakalan mereka memang tidak bisa dihindari, namun yang perlu diingat, jangan membentak, memarahi anak dengan nada tinggi dan kasar atau bahkan melakukan kekerasan fisik.

Ada beberapa strategi yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi kemarahan pada anak:

1.Tarik nafas dalam-dalam. Lalu hembuskan perlahan, lakukan beberapa kali sampai perasaan Anda jauh lebih tenang. Hal ini akan mencegah Anda berkata kasar atau bernada tinggi kepada anak. Pun membuat kerja otak akan berpikir lebih jernih. Saat tenang inilah, Anda bisa mengontrol diri untuk mengatasi kenakalan si kecil.

2. Berpikir positif. Saat amarah memuncak, ingatlah bahwa Anda sedang berhadapan dengan buah hati Anda sendiri. Berusahalah untuk tetap berpikir positif dengan mengingat kembali bayangan masa kecilnya dulu, betapa ia begitu lucu kala tengah belajar merangkak atau tersenyum memandang Anda yang tengah bersedih. Mengingat kepolosan mereka, akan membantu Anda bertindak lebih bijak dan mengontrol diri agar marah Anda tak meledak-ledak.

3. Bicara hati ke hati. Setelah amarah itu mereda, inilah saatnya Anda bicara hati ke hati dengan si kecil. Ingatlah, jangan bersikap seakan Anda patut marah kepadanya, bertindaklah selayaknya teman. Posisikan tubuh sejajar dengan tinggi badannya, tatap matanya lalu berbicaralah dengan nada pelan. Tanyakan alasannya, kenapa dia berbuat sesuatu yang membuat Anda marah.

4. Sensitif terhadap perasaan anak. Jangan merasa Anda lebih punya kuasa untuk mengatur anak agar menuruti perintah Anda, Anda bisa sesuka hati menyuruhnya harus begini atau begitu. Ketahuilah apa keinginannya, apa yang ditakutinya, atau ketertarikannya pada sesuatu. Dengan memahami anak, Anda bisa menyikapi setiap masalah yang mereka hadapi.

5. Jika memang amarah sudah tak lagi bisa ditahan, tinggalkan anak di sebuah ruangan, sementara Anda menjernihkan pikiran sebentar. Setelah tenang, kembalilha ke ruangan dan mulailah sesi komunikasi dengan mereka.

0 komentar:

Posting Komentar