TEMPOR CYBER™  mengucapkan . . . MARHABAN YAA RAMADHON 1437 H

Jumat, 26 Agustus 2011

INDONESIA JADI INCARAN INVESTOR DUNIA

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan Forum Economic Forum on East Asia berdampak positif terhadap investasi. Banyak perusahan di dunia menyampaikan minat investasinya terhadap indonesia.

"Angka investasinya ratusan juta dolar" ujar Kepala BKPM Gita Wirjawan di sela-sela WEF di Shangrila, Jakarta, Senin, 13 Juni 2011.

Gita menjelaskan perusahaan itu telah menyatakan minatnya ke Indonesia. Beberapa perusahaan itu diantaranya Nissan, Daihatsu, Tata Motor yang akan membangun pabrik otomotif di Indonesia. Perusahaan asal India, GMR juga akan menanamkan investasinya sekitar US$3-5 miliar. "Mereka sudah mengakuisisi beberapa perusahaan batubara di Indonesia" ujarnya.

GNR juga bernegosiasi dengan PLN dan Pemerintah Daerah. Perusahaan itu juga tertarik membangun bandara di Jakarta dan Jawa Barat. Perusahaan itu tak berencana mengekspor batu bara ke Indi.

Raksasa tambang India Essar juga akan menanamkan investasi sekitar US$5 miliar untuk membangun pembangkit listrik, pabrik baja dan rel kereta api.
"Ke depan miliaran dolar dan ini kongkrit" ujarnya.

Perusahaan Korea lainnya Lotte dan SK Group juga menyatakan minatnya berinvestasi. SK bekerjasama dengan Pertamina membangun refinary dan petrochemical. Sementara perusahaan Hanwa melirik sektor asuransi dan mengakusisi sejumlah tambang batu bara di Indonesia. Perusahaan Korea itu berencana membangun pembangkit tenaga listrik. "Masing-masing mereka investasi US$3-5 miliar" tambah Gita.

Untuk perusahaan Amerika Serikat seperti perusahaan P&G dan GE bisa menambahkan investasi ratusan juta dolar untuk membangun pabrik. Diantaranya Unilever, yang akan meningkatkan tenaga kerja di atas 8-10 ribu dibanding saat ini 4 ribu tenaga kerja.

Perusahaan lainnya, Nestle telah membangun pabrik baru di Jawa Timur dengan nilai investasi US$150-200 juta. Sementara Nestle juga akan membangun pabrik baru di Jawa Barat, dan Jawa Timur senilai US$150-200 juta.

Sementara perusahaan Coca Cola juga akan menanamkan investasi sekitar US$500 juta. Namun menurut Gita, Coca Cola tak puas dengan investasi itu dan akan menanamkan investasinya 4-5 kali lipat dari target semula.

Managing Director Sinar Mas, Gandhi Sulistiyanto menambahkan perusahaan yang ikut serta dalam keanggotaan WEF diuntungkan, karena dapat memperluas jaringan bisnis dengan perusahaan lainnya. Selain itu ide dari perusahaan asing dapat menjadi inspirasi, dan membangun kerjasama dengan perusahaan lain.

0 komentar:

Posting Komentar